banjir,ejeklah …
banyak yang sy sedih hari ini,atau apa faktanya sy sedang sensitif. dibilang ini itulah, apa dasarnya tidak tnya dlu sy kenapa. apa tidak bisa bertanya baik?apakah sy tampang maling yg diintrograsi dan terbukti maling. jujur saya ini tipe pendiam,dan cuek. ketika orang bilang - kesaya,sejatinya sy sudah berusaha menjadi org terbaik untuk org-org yg lain. ini kesan saya. kalian boleh tegur saya sesuka hati,ejek usaha saya,ejek sikap saya,ejek apapun sy miliki. dari saya kecil sy memang jd korban bully. sy keluarga memang bkn org mampu,itu dulu. Alloh kasih rejeki kekeluarga kami,sebuah rumah yg posisinya memang ckup jauh. dari pusat kota sendiri menempuh waktu 1 jam. kami sekeluarga bersyukur,meski pernah sesekali kami mngeluh. rumah itu adalah rumah BTN atau lebih tepatnya KPR. kami beryukur tp kami sudah bangun istana ini dengan harta kami,insyaAlloh halal dan berkah. kata ibu,yang ga berkah ya gak awet. mana tau kal kondisi tanah disini tidak begitu baik. alhasil wilayah kami rentan terkena banjir,akibat aliran air dan got yg tidak lancar. keluarga kami pontang panting,memohon ke Alloh smg kami menjadi org yg cukup untuk ini itu,tidal berlebihan. Alhamdulillah ada duit untuk renovasi rumah,agar tidak banjir. orang tua sy adalah yg terbaik,meski menjadi pengabdi negeri atau PNS,alhamdulillah kami masih meyisihkan dan menghemat untuk ini itu. sy belajar bnyk dari mereka,kerja keras,pantang menyerah,sedikit mengeluh,senang berbagi. tp faktanya sy agak mengeluh ketika seseorang mengejek posisi rumah kami yg sering terkena banjir. dijadikan bahan selingan,dan sya hanya menanggapi dengan ketawa,mengikuti alur dan berparas seolah-olah iya. tp tidak kah anda tau,hati sy ini berapi-api. secara tdk langsung anda mengejek sy dan keluarga. ini rejeki Alloh,Alloh yg kasih,Alloh pula yg kasih banjir jg. kalau tidak mau punya rumah didaerah spt kami,ya tidak perlu disebut-sebut. pikirlah bercandaan anda keterlaluan. anda tidak tahu bagaimana kerasnya org tua sy bekerja,apalagi ibu. saya pun sbg anak jg ikut campur,dlm hal ini. jujur pecah hati sy disini. remuk,tak disangka dan dibayangkan. sy hanya simpan itu dibalik senyum dan rapi. sepanjang pulang kerumah,terlintas terus kejadian itu,sy coba tenangkan diri dengan dzikir. percuma sy cerita ke yg lain,sy simpan kecewa ini didalam hati rapat-rapat. kami masih bersyukur punya atap dari pada harus mengontrak spt orang2.
suatu ketika sy tau seorang guru sy rumahnya memang slalu diposisi banjir,hujan sedikit air sudah menggenang dirumahny. tp itu rumah hasil dari jerih payahnya. dan sy tau itu,betapa syukur mereka mesti terkena banjir wal intensitas curah hujan yg relatif terbilang tidak deras. sy rasakan sendiri,bagaimana lelahnya menggorok air,membersihkan lumpur. lelah pastinya. tp guru pernah bilang,bapak jauh lebih bersyukur krn tiap bulan tidak harus membayar intensif ke pemilik rumah. sy bersyukur bs lindungi kluarga dgn rumah kami mesti spt ini. dan sy beryukur sekali,tuntasnya. pecah haru sy.
